Saturday, 28 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Harga minyak turun karena gejolak Rusia-Ukraina dan data ekonomi China yang lemah
Tuesday, 16 December 2025 23:42 WIB | OIL |brent oil

Harga minyak turun di bawah $60 per barel pada hari Selasa, terendah sejak Mei, karena prospek kesepakatan damai Rusia-Ukraina tampaknya menguat, meningkatkan harapan bahwa sanksi dapat dilonggarkan.

Kontrak minyak mentah Brent turun $1,03, atau sekitar 1,7%, menjadi $59,53 per barel pada pukul 1340 GMT, sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS diperdagangkan pada $55,76, turun $1,06, atau 1,9%.

"Brent telah turun pagi ini ke bawah $60 per barel untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan, karena pasar menilai potensi kesepakatan damai yang mengakibatkan volume tambahan Rusia tersedia dan semakin menambah kelebihan pasokan di pasar," kata analis Rystad, Janiv Shah.

AS menawarkan untuk memberikan jaminan keamanan ala NATO untuk Kyiv dan para negosiator Eropa melaporkan kemajuan dalam pembicaraan pada hari Senin, memicu optimisme bahwa akhir perang semakin dekat.

Sementara itu, Rusia mengatakan tidak bersedia memberikan konsesi teritorial apa pun, demikian dikutip kantor berita negara TASS dari Wakil Menteri Luar Negeri Sergei Ryabkov.

"Perundingan yang alot akan diimbangi dengan penurunan harga yang berkelanjutan saat kita memasuki tahun 2026 dengan semua prediksi 'kelebihan pasokan' yang terkait. Brent akan mencapai titik terendah baru tahun ini, tetapi tidak akan turun di bawah $55 per barel sebelum akhir tahun," kata analis PVM Oil Associates, John Evans.

Selisih harga berjangka Brent enam bulan bergerak ke kondisi contango untuk pertama kalinya sejak Oktober.

Analis Barclays memperkirakan Brent akan rata-rata $65/bbl pada tahun 2026, sedikit di atas kurva berjangka, karena surplus 1,9 juta bpd yang diperkirakan telah diperhitungkan dalam harga.(Cay)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS